FAQ

Belajar skydive adalah pencapaian yang luar biasa – kami akan sangat senang jika Anda belajar dari beberapa ahli terbaik di industri kami, di Bro Skydive Indonesia. Berikut pertanyaan yang paling sering kami ajukan tentang terjun payung AFF. Jika Anda memiliki pertanyaan lain, jangan ragu untuk menghubungi tim kami. Kami siap membantu Anda!

General Questions

5 Pertanyaan Umum mengenai program AFF (Accelerated Freefall) Skydiving beserta jawabannya:

AFF adalah program pelatihan skydiving yang dirancang untuk mengajarkan pemula bagaimana melakukan terjun bebas secara mandiri dengan bimbingan instruktur hingga lulus dan mendapatkan lisensi.

Program AFF umumnya memiliki 7 level utama. Setiap level mengajarkan keterampilan baru seperti stabilitas tubuh, kontrol arah, manuver, hingga pembukaan parasut secara mandiri.

Tidak pada awalnya. Level 1–3 biasanya dilakukan bersama dua instruktur yang menjaga stabilitas. Setelah kemampuan meningkat, peserta hanya didampingi satu instruktur hingga akhirnya terjun solo.

Syarat umum meliputi kesehatan fisik yang baik, usia minimal (biasanya 18 tahun), mengikuti ground training, serta memenuhi batas berat badan tertentu sesuai ketentuan dropzone.

Durasi dapat bervariasi. Ada yang menyelesaikan dalam beberapa hari, namun umumnya memerlukan 1–3 minggu, tergantung cuaca, jadwal, dan kemampuan peserta untuk lulus tiap level.

AFF Questions

5 pertanyaan spesifik dan detail mengenai AFF Skydiving beserta jawaban lengkapnya:

Ground School biasanya berlangsung 4–6 jam dan mencakup materi teknis seperti:

Prosedur keluar pesawat (exit technique)

Posisi tubuh saat freefall (arching, body symmetry, heading control)

Cara memantau ketinggian dengan altimeter

Teknik membuka parasut pada ketinggian yang aman

Identifikasi dan penanganan malfungsi parasut

Prosedur darurat seperti cutaway dan penggunaan parasut cadangan

Setelah lulus teori, peserta dinyatakan siap untuk AFF Level 1.

Pada tiga level awal, dua instruktur diperlukan untuk:

Menjaga stabilitas peserta saat freefall

Mengoreksi posisi tubuh melalui isyarat tangan

Membantu mengembalikan heading (arah gerak) jika peserta berputar

Memberikan instruksi visual kapan harus membuka parasut

Hal ini dilakukan sampai peserta menunjukkan kontrol tubuh yang konsisten dan aman

untuk lanjut ke level berikutnya.

Evaluasi mencakup beberapa aspek:

Stabilitas: apakah peserta dapat menjaga posisi arch dengan benar

Kontrol arah: kemampuan melakukan turns 90°/180°/360° sesuai level

Altitude awareness: pengecekan ketinggian berkala selama freefall

Prosedur pembukaan parasut: apakah dilakukan tepat waktu

Manajemen kanopi: kemampuan mengendalikan parasut hingga landing flare

Jika salah satu aspek gagal, peserta harus mengulang level tersebut.

Setelah parasut terbuka, peserta harus:

  1. Melakukan canopy check (kanopi simetris, tidak ada line twist, slider turun).
  2. Melakukan kontrol arah dengan toggles untuk memastikan respons parasut.
  3. Mengikuti instruksi radio dari ground instructor.
  4. Memasuki pattern landing (downwind–base–final) seperti pola pada pilot.
  5. Melakukan flare pada waktu yang tepat untuk pendaratan halus.
  6. Bagian ini menjadi kunci pelatihan karena mengajarkan navigasi kanopi yang aman.

Untuk dinyatakan lulus AFF, peserta harus:

Menyelesaikan seluruh 7 level dengan nilai kompeten

Menunjukkan kemampuan mengontrol freefall tanpa bantuan instruktur

Konsisten memantau ketinggian dan membuka parasut secara mandiri

Mampu menangani kondisi darurat (line twist, off-heading opening, dll.)

Mengendalikan kanopi dengan aman hingga landing mandiri

Setelah AFF dinyatakan lulus, peserta masih harus mengumpulkan jumlah minimum

jump (tergantung negara/organisasi) untuk mendapatkan lisensi skydiving resmi.

AFF Training Requirements

5 pertanyaan mengenai kebutuhan utama saat training AFF skydiving beserta jawabannya:

Peserta AFF wajib memakai parasut utama, parasut cadangan, AAD (Automatic Activation Device), altimeter, helm, goggle, jumpsuit, serta radio komunikasi untuk pemanduan saat di bawah kanopi.

Karena peserta AFF harus belajar menjaga altitude awareness. Altimeter membantu mereka memantau ketinggian secara konsisten agar dapat membuka parasut pada ketinggian yang aman dan mengikuti prosedur darurat bila diperlukan.

Setelah parasut terbuka, instruktur di darat akan memberikan instruksi melalui radio untuk mengarahkan peserta menuju pattern landing (downwind–base–final) dan memberi komando waktu flare agar pendaratan aman dan terkontrol.

Instruktur AFF memiliki sertifikasi khusus untuk:

Menjaga stabilitas peserta saat freefall

Memberikan koreksi teknik dan evaluasi setiap level

Mengawasi keselamatan peserta pada setiap fase (freefall–canopy–landing)

Menangani situasi darurat secara profesional

Tanpa instruktur bersertifikat, pelatihan tidak aman dan tidak diakui secara resmi.

Peserta perlu mempersiapkan: Kondisi fisik dasar yang baik (kekuatan inti, fleksibilitas, daya tahan)

Ketenangan mental, fokus, dan kemampuan menerima instruksi

Pemahaman teori dari ground school (exit, freefall, emergency procedures)

Istirahat cukup sebelum terjun agar respons dan koordinasi optimal

Training Day Questions

5 pertanyaan spesifik dan detail saat pelaksanaan AFF Skydiving beserta jawabannya:

Peserta harus mengikuti urutan exit yang diajarkan, yaitu:

  1. Berdiri pada pintu pesawat dengan posisi stabil.
  2. Berpegangan pada titik yang telah ditentukan.
  3. Melakukan “check in, check out” kepada instruktur.
  4. Mengambil posisi arching sebelum meninggalkan pesawat.
  5. Instruktur AFF di kedua sisi akan menjaga simetri tubuh dan memastikan peserta keluar dengan stabil untuk memulai freefall.

Peserta harus mempertahankan arch kuat (pinggul turun, dada terbuka), lutut sedikit terbuka,

dan dagu terangkat. Selama freefall, instruktur akan memberikan isyarat tangan seperti legs out, relax, atau chin up. Peserta harus tanggap terhadap sinyal tersebut untuk memperbaiki posisi tubuh secara real time.

Peserta harus mengecek altimeter setiap 3–5 detik.

Prosedurnya:

Lihat altimeter

Kembalikan pandangan ke instruktur atau arah terbang

Jika altimeter menunjukkan ketinggian pembukaan (misalnya 5.000–5.500 kaki sesuai SOP dropzone), peserta harus segera melakukan prosedur pull meskipun belum mendapat

sinyal dari instruktur.

Jika peserta mulai berputar:

  1. Fokus pada relaksasi tubuh dan kembali ke posisi arch penuh.
  2. Merapatkan siku agar stabilitas meningkat.
  3. Tetap pantau ketinggian—jangan terpaku pada spin.
  4. Jika spin tidak terkoreksi dan ketinggian pembukaan mendekat, peserta harus langsung

membuka parasut untuk mencegah kehilangan kontrol lebih jauh.

Setelah parasut terbuka, peserta melakukan:

  1. Canopy check dalam 5 detik (simetris, slider turun, tidak ada line twist).
  2. Mengecek respon parasut dengan tarikan ringan pada toggles.
  3. Mendengarkan instruksi radio untuk mengarahkan terbang ke pattern landing.
  4. Memasuki pola pendaratan (downwind → base → final).
  5. Melakukan flare pada ketinggian yang tepat (sekitar 10–15 kaki) sesuai instruksi radio.

Instruktur darat akan membantu melalui radio, tetapi peserta tetap harus mengembangkan kemampuan untuk membuat keputusan sendiri.

WhatsApp Button Klik disini untuk tanya-tanya dulu