Belajar skydive adalah pencapaian yang luar biasa – kami akan sangat senang jika Anda belajar dari beberapa ahli terbaik di industri kami, di Bro Skydive Indonesia. Berikut pertanyaan yang paling sering kami ajukan tentang terjun payung AFF. Jika Anda memiliki pertanyaan lain, jangan ragu untuk menghubungi tim kami. Kami siap membantu Anda!
AFF adalah program pelatihan skydiving yang dirancang untuk mengajarkan pemula bagaimana melakukan terjun bebas secara mandiri dengan bimbingan instruktur hingga lulus dan mendapatkan lisensi.
Program AFF umumnya memiliki 7 level utama. Setiap level mengajarkan keterampilan baru seperti stabilitas tubuh, kontrol arah, manuver, hingga pembukaan parasut secara mandiri.
Tidak pada awalnya. Level 1–3 biasanya dilakukan bersama dua instruktur yang menjaga stabilitas. Setelah kemampuan meningkat, peserta hanya didampingi satu instruktur hingga akhirnya terjun solo.
Syarat umum meliputi kesehatan fisik yang baik, usia minimal (biasanya 18 tahun), mengikuti ground training, serta memenuhi batas berat badan tertentu sesuai ketentuan dropzone.
Durasi dapat bervariasi. Ada yang menyelesaikan dalam beberapa hari, namun umumnya memerlukan 1–3 minggu, tergantung cuaca, jadwal, dan kemampuan peserta untuk lulus tiap level.
Ground School biasanya berlangsung 4–6 jam dan mencakup materi teknis seperti:
• Prosedur keluar pesawat (exit technique)
• Posisi tubuh saat freefall (arching, body symmetry, heading control)
• Cara memantau ketinggian dengan altimeter
• Teknik membuka parasut pada ketinggian yang aman
• Identifikasi dan penanganan malfungsi parasut
• Prosedur darurat seperti cutaway dan penggunaan parasut cadangan
Setelah lulus teori, peserta dinyatakan siap untuk AFF Level 1.
Pada tiga level awal, dua instruktur diperlukan untuk:
• Menjaga stabilitas peserta saat freefall
• Mengoreksi posisi tubuh melalui isyarat tangan
• Membantu mengembalikan heading (arah gerak) jika peserta berputar
• Memberikan instruksi visual kapan harus membuka parasut
Hal ini dilakukan sampai peserta menunjukkan kontrol tubuh yang konsisten dan aman
untuk lanjut ke level berikutnya.
Evaluasi mencakup beberapa aspek:
• Stabilitas: apakah peserta dapat menjaga posisi arch dengan benar
• Kontrol arah: kemampuan melakukan turns 90°/180°/360° sesuai level
• Altitude awareness: pengecekan ketinggian berkala selama freefall
• Prosedur pembukaan parasut: apakah dilakukan tepat waktu
• Manajemen kanopi: kemampuan mengendalikan parasut hingga landing flare
Jika salah satu aspek gagal, peserta harus mengulang level tersebut.
Setelah parasut terbuka, peserta harus:
Untuk dinyatakan lulus AFF, peserta harus:
• Menyelesaikan seluruh 7 level dengan nilai kompeten
• Menunjukkan kemampuan mengontrol freefall tanpa bantuan instruktur
• Konsisten memantau ketinggian dan membuka parasut secara mandiri
• Mampu menangani kondisi darurat (line twist, off-heading opening, dll.)
• Mengendalikan kanopi dengan aman hingga landing mandiri
Setelah AFF dinyatakan lulus, peserta masih harus mengumpulkan jumlah minimum
jump (tergantung negara/organisasi) untuk mendapatkan lisensi skydiving resmi.
Peserta AFF wajib memakai parasut utama, parasut cadangan, AAD (Automatic Activation Device), altimeter, helm, goggle, jumpsuit, serta radio komunikasi untuk pemanduan saat di bawah kanopi.
Karena peserta AFF harus belajar menjaga altitude awareness. Altimeter membantu mereka memantau ketinggian secara konsisten agar dapat membuka parasut pada ketinggian yang aman dan mengikuti prosedur darurat bila diperlukan.
Setelah parasut terbuka, instruktur di darat akan memberikan instruksi melalui radio untuk mengarahkan peserta menuju pattern landing (downwind–base–final) dan memberi komando waktu flare agar pendaratan aman dan terkontrol.
Instruktur AFF memiliki sertifikasi khusus untuk:
• Menjaga stabilitas peserta saat freefall
• Memberikan koreksi teknik dan evaluasi setiap level
• Mengawasi keselamatan peserta pada setiap fase (freefall–canopy–landing)
• Menangani situasi darurat secara profesional
Tanpa instruktur bersertifikat, pelatihan tidak aman dan tidak diakui secara resmi.
Peserta perlu mempersiapkan:• Kondisi fisik dasar yang baik (kekuatan inti, fleksibilitas, daya tahan)
• Ketenangan mental, fokus, dan kemampuan menerima instruksi
• Pemahaman teori dari ground school (exit, freefall, emergency procedures)
• Istirahat cukup sebelum terjun agar respons dan koordinasi optimal
Peserta harus mengikuti urutan exit yang diajarkan, yaitu:
Peserta harus mempertahankan arch kuat (pinggul turun, dada terbuka), lutut sedikit terbuka,
dan dagu terangkat. Selama freefall, instruktur akan memberikan isyarat tangan seperti legs out, relax, atau chin up. Peserta harus tanggap terhadap sinyal tersebut untuk memperbaiki posisi tubuh secara real time.
Peserta harus mengecek altimeter setiap 3–5 detik.
Prosedurnya:
• Lihat altimeter
• Kembalikan pandangan ke instruktur atau arah terbang
Jika altimeter menunjukkan ketinggian pembukaan (misalnya 5.000–5.500 kaki sesuai SOP dropzone), peserta harus segera melakukan prosedur pull meskipun belum mendapat
sinyal dari instruktur.
Jika peserta mulai berputar:
membuka parasut untuk mencegah kehilangan kontrol lebih jauh.
Setelah parasut terbuka, peserta melakukan:
Instruktur darat akan membantu melalui radio, tetapi peserta tetap harus mengembangkan kemampuan untuk membuat keputusan sendiri.